Kamis, 19 Februari 2015

Gomingpai Blusukan Pecinan dan Kota Lama

Setelah Sabtu malam kita gowes ke Pasar Semawis Imlek, paginya kita gowes bareng lagi. Sebagai road captain, kita tetap memilih Denny untuk memimpin kita. (Sssshhhttt, dia yang tahu blusukan daerah Pecinan dan Kota Lama soalnya.)

Kita berkumpul di Balaikota, ada sekitar 15 orang yang berkumpul: aku, Ranz, Tami, Dwi, Rizky, Arwin, Denny, Om Dije, dan yang lain teman-teman dari komunitas BatasKotaBikers yang sayangnya belum kukenal satu persatu. LOL. Coba kuingat: Ilham, Fastabiq, Lambang, Dika, Pak Priyo, Webe, Bayu,  (Ohhh, ternyata aku ingat nama-nama yang ikut. :) )

Dari Balkot, Denny mengajak kita gowes ke arah Jalan Gajahmada, kemudian mulai blusukan, dimana Denny mengajak kita ke Klenteng Setan lagi, di Jalan Sebandanaran gang I. Dari sana kita muter ke arah Gang Pinggir, pasar Semawis Imlek belum buka waktu kita sampai sana. Dari Gang Pinggir kita ke arah Taman Srigunting, dan ... beberapa dari kita sarapan di satu angkringan di belakang taman. Untuk ini kita berhenti disini cukup lama.

Usai sarapan, kita lanjut ke arah Jalan Layur, Denny mengajak kita mampir ke satu bangunan peninggalan Belanda yang (nampaknya) sudah lama ditinggalkan. (Waktu bersepeda ke arah sini, tiga orang tidak ikut karena memilih ke bengkel di Jalan Hasanudin: Om Dije, Arwin, dan Pak Priyo. Usai foto-foto disini, kita lanjut ke arah pelabuhan: Mercusuar Willem III adalah tujuan (mendadak) berikutnya. Ini adalah kali kedua aku dan Ranz kesini, yang pertama bisa dibaca di link ini.

FYI, buat mereka yang ingin mampir ke mercusuar, kita bisa kesini dan diajak naik ke tingkat paling atas, asal laporan dulu  pada petugasnya, dan sediakan uang minimal Rp. 100.000,00. Kalo ada 10 orang berarti bisa iuran satu orang sepuluh ribu rupiah.

Sayangnya petugas yang mengantar kita ke tingkat atas kali ini beda dengan yang pertama dulu itu. Yang pertama dulu itu memberi kita penjelasan yang menarik tentang bagaimana mendapatkan kabar bahwa ada kapal yang akan merapat, dlsb. Kali ini petugasnya anteng saja, hanya senyam senyum manakala dia melihat Denny dan Dwi yang ketakutan berada di tingkat paling atas. LOL.

Dari pelabuhan, kita balik lagi ke kawasan Kota Lama. Denny mengajak kita mampir ke Masjid Menara. (Check this link for our first visit.) Oh ya, dari pelabuhan, teman-teman BatasKotaBikers langsung gowes balik ke arah Genuk. Sesampai kita di Masjid Menara, Om Dije, Arwin, dan Pak Priyo datang nyamperin. Setelah foto-foto, kita pun melanjutkan perjalanan: mencari brunch: soto ayam di jalan antara Lawangsewu dan Bank BII, di pinggir jalan Pemuda. (aku ga tahu nama jalan ini. LOL.)

Usai brunch, kita kembali ke kediaman masing-masing.

Sampai jumpa di event gobar berikutnya. :)

GG 13.17 20/02/2015








Klenteng Setan




di Taman Srigunting

the deserted building







masjid Menara Kampung Melayu


menunggu soto ayam, menu kita brunch






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar