Rabu, 11 Oktober 2017

7amselinas 2017 Day 1

Day 1 Jumat 15 September 2017

Pagi hari beberapa dari ‘seksi repot’ benar-benar repot: memasang umbul-umbul di sekitar Wisma Perdamaian yang kita gunakan sebagai tempat pendaftaran ulang, sekaligus ngecek lokasi itu. Avitt dan Tami memasang petunjuk arah di kawasan Gunung Pati sekaligus survey rute terakhir sebelum rute itu benar-benar terpilih untuk acara utama hari Sabtu 16 September. Kita terpaksa melakukan sedikit modifikasi karena di satu jalan yang sebelumnya kita pilih ternyata telah dipasangi tenda biru, akan ada acara disitu pada hari Sabtu 16 September. Sebagian seksi repot lain di Jl. Menteri Supeno, melanjutkan mengurusi goodie bag. Sebagian yang lain sibuk membawa barang-barang yang harus berada di Wisma Perdamaian menjelang pukul 15.00; waktu yang telah kita tentukan kita mulai menerima pendaftaran ulang.

Pendaftaran Ulang

Usai shalat Dzhuhur, sekitar pukul 12.30 aku telah sampai di Wisma Perdamaian. Lokasi terlihat telah cukup ramai dengan para tamu peserta, baik yang dari luar kota, maupun dari dalam kota. Untuk memudahkan para lipaters mendaftar ulang, 1000 lebih peserta kita bagi menjadi 10 ‘booths’. 1 booth melayani sekitar 100 peserta.

Menjelang pukul 16.30 Avitt dan Tami baru balik dari tugas memasang petunjuk arah di kawasan Gunung Pati. Mereka langsung bergabung dengan seksi repot di Wisma Perdamaian; tugas utama Avitt mengurusi para peserta yang memesan merchandise 7amselinas untuk cod.

Night Ride

Prakiraan kita untuk night ride ini adalah tidak semua peserta 7amselinas akan ikut; dengan alasan (1) bagi mereka yang memilih berangkat ke Semarang dengan bersepeda tentu lelah sehingga mereka akan memilih beristirahat mengingat trek pilihan panitia 7amselinas keesokan hari cukup menantang (2) sebagian peserta belum sampai Semarang. Ini sebab kita tidak memilih rute yang jauh, cukup untuk sedikit mengenal Kota Lama Semarang, terutama bagi mereka yang baru kali ini berkunjung ke Semarang. Bagi yang sudah pernah ikut dua event tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Komselis (Semarang Seline Banjir, dalam rangka ultah Komselis yang ketiga di tahun 2012; dan Joglosemar 2 bulan Maret 2014), Kota Lama selalu menjadi salah satu tujuan utama untuk night ride.

Kritik untuk diri sendiri: dengan alasan yang tertulis di paragraf di atas, kita panitia memang tidak begitu mempersiapkan diri untuk, misal, membagi peserta dalam kelompok-kelompok, kemudian menugasi rekan-rekan tertentu untuk menjadi marshall di kelompok-kelompok itu.

Setelah melihat beberapa vlog yang beredar di dunia maya, aku baru ngeh ternyata yang ikut night ride 7amselinas banyak juga ya? Banyak dari mereka yang ternyata telah mengenal Semarang, sehingga meski mungkin sempat nyasar di jalan-jalan tertentu yang waktu itu super padat, tidak ada kabar seorang peserta pun yang hilang di tengah jalan. J

Juga banyak peserta yang sengaja memisahkan diri dengan komunitas masing-masing untuk menikmati suasana malam hari kota Semarang, sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Menghadapi fenomena ini kita panitia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali ikut bersenang diri bahwa para peserta tahu apa yang mereka inginkan dan melakukannya dengan orang-orang yang membuat mereka secara penuh menikmati Semarang.


To be continued





Tidak ada komentar:

Posting Komentar