Rabu, 11 Oktober 2017

Gowes Batik 2017

GOWES BATIK 2017

Pada hari Minggu 1 Oktober, bersama dengan (minimal) 20 kota lain, B2W Semarang mengadakan gowes Minggu pagi dengan mengenakan busana batik, untuk ikut memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari Senin 2 Oktober 2017.

Karena ketidaktahuanku bahwa Balaikota digunakan sebagai venue upacara Hari TNI setiap tanggal 1 Oktober, aku tetap menetapkan Balaikota sebagai titik kumpul GOWES BATIK kali ini. Alhasil, di pagi hari itu, suasana sedikit chaotic. Tidak ada penyelenggaraan CFd (car free day) di Jalan Pemuda, di balaikota sangat ramai orang-orang yang akan ikut mengikuti upacara Hari TNI. Kita pun tergusur karena tempat kita berkumpul, digunakan peserta upacara untuk berbaris, sebelum mereka masuk ke halaman balaikota. Kita pindah ke trotoar di depan SMA N 3 Semarang, yang ternyata bukan pilihan yang pas karena kita lihat kawan-kawan yang lewat, mencari kita, tidak melihat kita yang di seberang. LOL. Akhirnya kita harus berdiri di jalan raya, untuk melambai-lambaikan tangan agar kita terlihat. J

Pukul 06.45 para peserta upacara TNI semua telah masuk ke halaman balaikota. Maka trotoar di depan balaikota pun kembali kosong. Kita kembali kesana, untuk foto-foto, sebagai dokumentasi, sebelum kita mulai bersepeda bareng.





Aku meminta Dhany Sus yang tinggi besar untuk menjadi road captain, agar mudah terlihat para pesepeda yang ada di belakangnya. LOL. Oh ya, selain beberapa personil B2W Semarang a.k.a Semarang Velo Girls, ada kawan-kawan Komselis, dan Bissec, para senior (karena usia mereka telah senior J), juga ada 3 tamu istimewa. Satu orang, yang menaiki sepeda lipat brompton, kebetulan sedang dolan ke Semarang, mengetahui event ini, beliau langsung gabung. Satu orang datang dari Kudus. Beliau orang ROBEK (B2W ROmbongan BEKasi) yang kebetulan sedang bertugas di Kudus, langsung cus menuju Semarang selepas shalat Subuh demi ikut bersepeda dengan mengenakan baju batik. Satu lagi, tante Ais, yang asli Jakarta dan sedang ditugaskan di Semarang sejak Lebaran, ikut bergabung.

Pukul 07.00, usai beberapa jepretan, kita mulai mengayuh pedal sepeda masing-masing. Dari balaikota kita menuju Tugumuda, kemudian kita belok ke arah barat, Jalan Sugiyopranoto. Sesampai Jalan Suyudono, Dhany Sus mengajak kita belok kiri, menyusuri jalan itu, hingga sampai sungai Banjirkanal, kita belok kanan, menyusuri Jalan Basudewa. Sesampai jembatan Banjirkanal Barat, kita belok kiri, untuk kemudian masuk ke Jalan Jendral Sudirman.

Setelah melewati pasar Karangayu, beberapa puluh meter di depan, di traffic light, kita belok kanan, masuk ke Jalan Anjasmoro. Lurus hingga pintu gerbang PRPP, kita berhenti sejenak untuk merapikan barisan (agar tidak ada yang tercecer), dan foto-foto. Om-om dan tante Bissec sebagian pamitan akan memisahkan diri jika kita akan masuk ke Jalan Indraprasta.





Setelah meninggalkan Jalan Madukoro, kita belok ke Jalan Indraprasta, Imam Bonjol, Kota Lama, dan kita mampir ke polder Tawang, untuk foto-foto. Setelah itu, lanjut ke Jalan Cendrawasih, belok kiri, di perempatan Sayangan, kita belok kanan, menuju Bubakan. Tujuan akhir kita adalah Kampung Batik, sesuai dengan tema kita kali ini : GOWES BATIK.

Setelah foto-foto di kampung yang dinding-dindingnya dihiasi mural bermotif batik, kita melanjutkan mengayuh pedal sepeda ke warung (susu) Karangdoro. Bagi penyuka susu, mereka kesini tentu akan memesan susu. Bagi yang bukan peminum susu – seperti aku – cukup pesan es teh saja. J

Kita berpisah disini. Setelah masing-masing cukup puas dengan minuman pilihan masing-masing, dan ngemil secukupnya, sebagian dari kita melanjutkan perjalanan kembali ke Jalan Dr. Cipto (sedikit contra flow dari warung susu Karangdoro), sebagian lain lagi ke arah Kota Lama, om Robek yang dari Kudus, (duh, lupa nanya namanya) ke arah stasiun Tawang karena menitipkan mobilnya parkir disitu.

Sampai bertemu di kisah gowes bareng lain lagi. Terima kasih partisipasinya nggih.


LG 12.56 02/10/2017







vlog karya Ranz



Tidak ada komentar:

Posting Komentar