Cari Blog Ini

Kamis, 02 Januari 2014

THE THREE MUSKETEERS GOWES KE GOA KREO


THE THREE MUSKETEERS GOWES KE GOA KREO

Tanggal 21 Desember 2013, Tami, Ranz dan aku gowes ke Goa Kreo. Berkumpul di kos Ranz di kawasan Lemah Gempal pukul 06.30, kita berangkat pukul 07.00. Jika di bulan Maret 2013 aku dan Ranz lewat Manyaran, kali ini kita lewat Sampangan (Jalan Dewi Sartika) demi menghemat tenaga : kita menghindari satu tanjakan, yakni tanjakan Manyaran. :D Seperti biasa, Tami naik sepeda wimcycle (aku ga tau yang seri apa), Ranz naik BMX keluaran wimcycle juga, dan aku yang dua kali nanjak kawasan Gunung Pati naik Austin (sepeda lipat downtube nova 20”) kali ini pun kompak naik sepeda wimcycle, seri roadchamp. :) Sekali-sekali nanjak Gunung Pati naik mtb. :-D Sekali-sekali ngajak Orenj dolan, ga Austin melulu yang diajak. :)

pemandangan di kawasan Kalipancur

sungai Banjirkanal kah?

spot wajib foto tiap lewat sini :)

Hari itu cuaca cukup bersahabat; tidak hujan namun juga tidak panas, meski tetap membuat kulit tanganku menggelap karena aku lupa bawa arm warmer. Hadeeehhh. 

Tatkala melewati jalan tembus Sampangan – Kalipancur permukaan jalan yang berupa tanah agak berlumpur, memberi kesan kita ber-offroad ria. :)

tanjakan selepas Grand Greenwood

nanjak nanjakkk

nanjak teruuuusss
 
Dan ... Orenj pun membuatku nyaman menapaki tanjakan selepas Grand Green Wood dimana biasanya di selepas tengah tanjakan jika naik Austin, aku harus sudah mulai ttb. Hohohohoho ... Gegara hal ini lah Ranz ngambeg kutinggal di belakang, maklum dia naik BMX. 
 
di halaman vihara nan luas

ehem :P

mejeng berdua di depan patung Dewi Kwan Im

Tami in action bersama patung Dewi Kwan Im

Di perjalanan kita mampir ke Vihara Gunung Pati untuk berfoto-ria, selama lebih dari 30 menit, dari pukul 08.50 hingga 09.25. Gowes narsis lah. :)

latar belakang tanjakan halus menuju Sadeng

gapura masuk kawasan Goa Kreo

mejeng berdua Tami di papan nama GOA KREO

Ranz yang dipotret ketika memotret kita :)
 
Kita sampai di gapura dengan papan penunjuk Goa Kreo sekitar pukul 09.40. Dari gapura jalanan menurun curam untuk kemudian nanjak curam juga. Kita sampai di tempat parkir Goa Kreo sekitar pukul 10.10. Dan ... yes, kita pun disambut hangat oleh kera-kera yang konon nenek moyang mereka dulu membantu Sunan Kalijaga mengalirkan gelondongan kayu lewat sungai untuk dikirim ke Demak untuk membangun masjid Demak. 

To our disappointment, ternyata Goa Kreo masihlah tertutup untuk pengunjung sehingga yang bisa kita lakukan hanyalah main-main dengan kera-kera itu di lapangan parkir nan luas itu. Pihak pembangun sedang akan membangun jembatan yang menghubungkan tempat parkir ke jalan yang akan membawa kita ke lokasi Goa. Jembatan yang lama sudah lapuk termakan waktu.

Kita sempat pesan dua porsi mie (instant) goreng untuk sarapan. Tentu tak ketinggalan kita membeli kacang kulit untuk dibagikan ke kera-kera yang berkeliaran bebas. Jika kita mengulurkan tangan untuk memberikan kacang, ternyata mereka mengambil kacang itu dengan sopan lho, tanpa mencakar. :)

menunggu rejeki :D

banyak juga pengunjung yang datang hanya untuk bermain bersama kera-kera itu

Tami dengan mainannya :)
 
Kita meninggalkan kera-kera nan imut itu sekitar pukul 1150. Ada dua tanjakan yang harus kita lewati. Pertama tanjakan curam menuju gapura. Kedua tanjakan yang lumayan landai setelah lewat gapura itu sampai ke Sadeng. Dari Sadeng trek didominasi turunan hingga perumahan Grand Green Wood. Dari situ kita kembali lewat jalan tembus dengan permukaan jalan offroad. Sampai di Sampangan, kita sempat mampir sejenak ke kawasan Tugu Suharto, namun kita hanya berhenti di atas jembatan, tidak turun ke tugunya.

kera-kera itu punya manner bagus juga lho :)

dengan latar belakang yang bakal jadi waduk Jatibarang

Kapan-kapan gowes ke Goa Kreo lagi, terutama setelah bangunan waduk Jatibarang telah selesai dan kita bisa berkunjung dan masuk ke goa yang konon dulu dipakai oleh Sunan Kalijaga untuk bersemedi.

GG 14.39 02/01/2014

1 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.