Rabu, 14 Desember 2016

Bikecamping ke Pulau Panjang Day 2

BIKECAMPING PULAU PANJANG – JEPARA

Minggu 11 Desember 2016

Honestly aku tidak bisa tidur nyenyak karena alas tidurku keras; meski Ranz telah menyediakan kantong tidur. LOL. Waktu aku bangun sekitar pukul 04.30; ketika melongok ke luar tenda; di luar kulihat ada Avitt, Uak, Tami, dan Edy. Hesti dan Dwi di tenda berwarna oranye (katanya Avitt semula juga di dalam tenda, namun kemudian pindah keluar menjelang fajar). Affrel, Arif, dan Wachid di tenda berwarna kuning.



Aku membangunkan Ranz untuk menyambut sunrise. Akan tetapiiiiiiiiiii ... mendung terus menerus menggantung di ufuk Timur hingga pukul enam pagi. No sunrise view this morning! LOL. Apa boleh buat? LOL. Padahal kita cukup duduk-duduk saja di depan tenda kita lho.

Pagi itu Ranz memasakkanku nasi goreng plus oseng sardin buat sarapan. Oh ya, kita beli nasi putih empat bungkus di warung (dekat toilet umum) yang telah buka sejak pagi hari. Yang lain masak mie instant goreng. Tami juga memasak oseng sardin buat makan yang lain-lain, selain buat dirinya sendiri dan Uak. (ehem ...) sebagian memasak air buat bikin kopi, teh, dan coklat.



Affrel dan Hesti makan nasi + sardin sebungkus berdua :D

Kita santai-santai sampai kita merasa bahwa panas sinar mentari mulai menyengat. :D Pengunjung ke Pulau Panjang pun kian ramai. Beberapa kelompok campers lain sudah berkemas sejak sebelum pukul 07.00. Hingga ketika para pengunjung (yang baru menyeberang) datang, mereka memandang kita dengan pandangan heran. LOL. Sebagian bertanya, “Camping disini sejak semalam ya? Ga takut ada ular?” LOL. Sebagian lain heran memandang sepeda-sepeda kita. LOL. Kok ya sempat-sempatnya nyebrang dengan membawa sepeda. LOL. Bahkan ada satu rombongan yang meminta ijin untuk berfoto dengan sepeda-sepeda kita sebagai properti. :D








Setelah selesai membereskan tenda (panas telah benar-benar menyengat, meski baru pukul 10.00), kita gantian berkeliling pulau dengan bersepeda; karena barang-barang kita perlu dijaga. Usai keliling pulau, kita baru kepikiran foto-foto bareng di pinggir pantai. LOL. Wajah sudah gosong terbakar sinar mentari pagi yang menyengat. LOL. Mana harus ngantri lagi dengan yang lain-lain. LOL. (Mau foto pagi-pagi kok belum mandi. LOL. Mana lapar, pingin sarapan dulu. LOL.)


ngadheeeem :D



Sekitar pukul 11 kita berbaris menuntun sepeda dengan membawa pannier dll menuju dermaga. Butuh waktu sekian puluh menit untuk memasukkan sepeda dan barang-barang lain ke dalam perahu. Demikian juga ketika mengeluarkannya dari perahu setelah kita sampai Pantai Kartini.






Sekitar pukul 12 kita meninggalkan Pantai Kartini. Demi menghemat waktu dan tenaga, kita memutuskan untuk cari mobil pickup untuk loading. (Kebetulan Uak juga harus buru-buru pulang karena panggilan kantor.) kita loading hanya sampai Trengguli, demi memenuhi undangan orangtua Affrel untuk mampir ke rumah mereka di Karangtengah – Demak.

Ketika kita turun di jalan lingkar Demak, hujan turun. (Wachid ikut mobil pickup lagi dan turun di daerah Jebor.) Setelah memasang pannier di rak boncengan masing-masing plus menutupinya dengan cover bag, kita kembali mengayuh pedal. Hanya kita berdelapan kali ini: aku, Ranz, Tami, Dwi, Hesti, Edy, Arif dan Affrel. Uak yang buru-buru pulang ke Semarang didampingi Avitt yang juga merasa harus segera pulang.



Di rumah Affrel, kita dijamu teh panas yang rasanya menghangatkan tenggorokan dan perut, setelah kita kehujanan. :D Selain itu juga ada nasi + ayam bakar yang yummy plus buah salak dan jeruk. (Waaahhh ... lumayan menghemat pengeluaran! LOL.)

Sekitar pukul 16.45 kita melanjutkan perjalanan kembali ke Semarang. Affrel pun ikutan kita gowes bareng, meski oleh orangtuanya dia dirayu untuk naik mobil saja, bareng mereka yang juga akan kembali ke Semarang selepas maghrib. Namun Affrel lebih memilih bersepeda bersama teman-temannya. Good boy! J

Alhamdulillah perjalanan pulang lancar. Kita terus mengayuh pedal diiringi gerimis yang kadang menderas. Di kawasan Kaligawe kita harus melewati genangan banjir. Namun karena kita sudah basah sejak dari Demak, it was not a big deal. LOL.

Kita berpisah di Jalan Pemuda. Aku, Ranz, Edy, dan Arif beriringan ke arah rumah Dwi. Hesti dan Tami ke arah Jalan P. Tendean, lanjut ke rumah masing-masing. Affrel terus menuju Sampangan. Di rumah Dwi, kita mengambil tenda yang telah diantarkan kesana oleh Avitt sebelum dia mengantar Uak ke Gunung Pati. Selanjutnya, aku, Ranz dan Edy ke arah BKB, mengembalikan tenda yang kita sewa. Dari sana, Edy lanjut pulang ke rumah. Aku mengantar Ranz ke kosnya.

Legaaaaaaaaa. J meski, well, camping lebih melelahkan sih ketimbang menginap di penginapan. LOL. Sekali-sekali gapapa laaah. :D

See ya in the next bikecamping adventure! Yuhuuu ... (lagi??? hohohohoho ...)


LG 14.48 14/12/2016 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar