Sabtu, 31 Desember 2016

SEMARANG VELO GIRLS ON TOUR DE CIREBON Day 3

Day 3 Minggu 25 Desember 2016 Brebes - Cirebon

di gapura selamat datang di kota Cirebon; yeay!

Sehari sebelumnya Avitt sudah wanti-wanti sebaiknya kita segera mempersiapkan diri melanjutkan perjalanan pagi-pagi sekali karena Ghina bersama ibunya pagi itu akan pergi ke Semarang.  Maka kegiatan kita mulai dari pukul empat pagi: antri mandi. :D pukul enam kurang kita telah duduk melingkari meja makan untuk sarapan. Pukul setengah tujuh kita sudah siap di teras rumah Ghina.

Suwun Ghina telah menyediakan kita kamar untuk beristirahat dan sarapan untuk menunjang kita melanjutkan bersepeda ke Cirebon. J


Pukul tujuh kita telah kembali berada di jalur pantura. Kita mengenakan kaos berwarna biru cerah dengan tulisan “local bikepacker” tanpa tulisan yang mencolok di bagian punggung. Ini sebab kita tidak banyak disapa orang di jalan, “Dari Semarang ya Mbak? Mau kemana?” hihihihi ...

Setelah kita melewati ‘Brexit’, praktis kita jarang bertemu dengan bus-bus dari arah berlawanan. Mungkin banyak bus dari arah Jakarta yang lewat jalan tol. Kalau pun ada, Avitt dan Hesti hafal mereka bus-bus yang tidak memiliki klakson ‘telolet’. LOL. Jenuh lah kita. LOL. Dan kita pun ternyata ‘tertipu’ dengan petunjuk jarak. Sehari sebelumnya sebelum sampai gapura selamat datang Tegal, kita sempat melihat petunjuk jarak “29 kilometer Cirebon”. Wahhh ... kalau sedekat itu, kita bisa lanjut gowes nih.






Setelah melanjutkan perjalanan, kita baru tahu bahwa 29 kilometer itu adalah jarak menuju gapura selamat jalan Brebes. LOL. Kita pun mutung dengan petunjuk jarak yang ternyata memberi petunjuk yang tidak bisa kita percaya. LOL.

dadah pak Ganjar, kita mampir ke tetangga sebelah dulu yaaa

Masih untung ada petunjuk jarak yang teletak di ‘pulau jalan’. Dari situ, kita mendapatkan gambaran kira-kira kurang berapa kilometer lagi yang harus kita tempuh.

15 kilometer menuju gapura selamat datang kota Cirebon, kita mampir satu minimarket. Saat beristirahat itu Ranz baru nyadar bahwa ban depan Pockie bocor. Untunglah di samping minimarket ada tukang tambal ban. Yang lebih menyenangkan, tak jauh dari situ ada sejenis ‘lincak’ atau ‘balai-balai’ yang bisa kita pakai untuk mengistirahatkan tubuh. Lumayan. Siang itu, suasana cukup panas.


mari istirahat :D

Gegara ban bocor, seharusnya menurut prakiraan kita bisa masuk kota Cirebon pukul 12.00, kita jadinya sampai gapura selamat datang kota Cirebon satu jam kemudian. Aku yang berada di depan memilih rute ke kiri, mengikuti petunjuk arah ‘ke kota’. Tak jauh dari situ, kita menemukan petunjuk “KFC 800 meter, Grage City Mall.” Waaahhh ... aku heran, ternyata Grage terletak tak jauh dari gapura selamat datang kota Cirebon. Kukira Grage terletak di pusat kota. :D

Sesampai di Grage City Mall ... lhooo ... ini bukan Grage Mall yang kukenal! Weleh! Waktu itu titik-titik gerimis mulai menyapa. Aku bertanya pada seorang penjual mie ayam, ternyata Grage City Mall itu berbeda dengan Grage Mall. Karena aku berjanji nraktir siapa pun yang ikut bikepacking ke Cirebon cheeseburger-nya McD, kita pun mencari lokasi gerai fast food restaurant itu di google map. Kebetulan Ranz menemukannya tak jauh dari Grage Mall, maka kesanalah kita melanjutkan perjalanan.


seorang satpam Grage City Mall yang ngomong tanpa koma tanpa titik :D

kawasan di dalam Grage City Mall


Btw, Grage City Mall itu ternyata mirip dengan BSB di kota Semarang, menyerupai ‘kota mini’ Cirebon dengan mall, perumahan elite dan fasilitas-fasilitas lain. Untuk mencapai Grage Mall, kita membelah tengah Grage City Mall. :D atas petunjuk seorang satpam di GCM, kita menemukan Grage Mall dengan mudah. Dari sana kita bertanya pada seorang polantas letak McD. :D


cheeseburger! 

Gerimis kian membesar setelah kita sampai di McD. Setelah menutupi pannier dengan cover plastik, kita masuk. Saat menikmati makan siang yang kesorean itu, di luar hujan deras turun.

Pukul 16.10 kita meninggalkan McD menuju arah makam Sunan Gunung Jati. Rumah kakakku – tempat kita bakal menginap 2 malam – terletak di belakang RS Tangkil.



Sore itu kita dibelikan bakso. Kakakku mengundang tukang bakso langganannya ke rumah. Malam, sekitar pukul 19.00 kita keluar sebentar ke minimarket untuk mengantar Avitt membeli air mineral. (Dia tidak bisa minum air mineral selain merk tertentu soalnya. LOL.) Dari sana kita kembali ke rumah kakakku, di jalan mampir beli sate ayam buat cemilan. :D Secara tak sengaja di tukang jual sate ini, Hesti bertemu dengan kawan kuliahnya yang asli Cirebon dan tinggal tak jauh dari situ. Dia juga sedang mengantri membeli sate. Nampaknya jodoh nih mereka. LOL.

bakso baksooo, menu makan sore kita :D

Jarak yang kita tempuh hari ini sekitar 68 kilometer. Syukurlah malam ini kita bisa langsung istirahat, belum perlu packing karena keesokan hari kita hanya city tour, bukan melanjutkan perjalanan ke kota lain. :D 

to be continued ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar