Kamis, 29 Desember 2016

SEMARANG VELO GIRLS ON TOUR DE CIREBON Day 2

Day 2 Sabtu 24 Desember 2016 Batang - Brebes

di gapura selamat datang di kota Tegal, tak jauh dari  masuk kota Brebes

Kita memang sengaja tidak memulai kegiatan (antri) mandi sebelum pukul enam pagi karena merasa tubuh masih perlu diistirahatkan. LOL. Setelah pukul enam, kita mulai antri mandi satu per satu, kemudian membereskan bawaan, dan memasang tas pannier di rak boncengan sepeda masing-masing. Waktu itu om Hendrit sudah muncul di mess. Anjar tidak bisa mengantar kita sampai jauh sehingga (mungkin) om Hendrit yang mengambil alih mengantar kita sampai masuk Pemalang dan “menyerahkan kita” pada om Nanto.

alun-alun Batang

Pukul delapan kita meninggalkan mess menuju alun-alun. Kita sarapan di satu warung ‘soto Semarang’ meski penampilannya ga begitu mirip dengan soto Semarang. LOL. Pukul sembilan kita melanjutkan perjalanan. Anjar masih berada di depan sebagai road captain sedangkan Hendrit di belakang, berfungsi sebagai sweeper.

Masuk kota Pekalongan, kita berpisah dengan Anjar.


Melanjutkan perjalanan, Hendrit tetap memilih berada di belakang, sehingga kita bisa leluasa mengatur irama kayuhan pedal kita.

Setelah meninggalkan kota Pekalongan, menuju Pemalang, di satu mini market, ada seseorang yang memanggil-manggil. Ternyata, om Nanto berinisiatif menjemput kita disitu. Kita pun mampir di mini market itu, untuk ngadhem sebentar dan beristirahat. 15 menit kemudian kita lanjut gowes. Kali ini om Nanto menjadi road captain, Hendrit tetap sebagai sweeper.

masuk kota Pemalang

Di gapura selamat datang kota Pemalang, kita berpisah dengan Hendrit. Dia berjanji akan menghubungi seorang teman di Tegal untuk ‘menyambut’ kita setelah kita nantinya berpisah dengan om Nanto.


Kita tidak lewat jalan pantura namun masuk kota Pemalang. Siang itu kita diajak mampir alun-alun untuk makan siang dan istirahat. Om Nanto mengajak kita mampir di satu tempat langganan keluarganya berkuliner. Dan ... ternyata istrinya pun telah menunggu kita disana. J hanya Hesti yang memesan makanan khas Pemalang untuk menu makan siangnya – grombyang yang rasanya mirip rawon – sedangkan yang lain memesan mie ayam. :D Ga menarik ya? Hihihihi ...
 
masuk kabupaten Tegal

Pukul 14.00 kita melanjutkan perjalanan. Om Nanto yang ternyata ada acara keluarga siang itu mengatakan bahwa dia tidak bisa mengantar kita sampai Tegal, namun hanya akan sampai di gapura selamat jalan kota Pemalang. (Ugh ... pasti karena kita gowesnya super duper lelet. LOL.) Suwun telah mengawal kami om, suwun juga dengan traktiran makan siangnya. J jika tidak ada Hendrit maupun om Nanto, pastinya kita bakal lebih lama lagi nyampe Brebes karena bakal lebih sering berhenti untuk foto-foto di spot-spot tertentu. Hahahahahah ...

Di hari kedua ini kita mengenakan kaos ‘gowes Kartini’ dimana di bagian punggung ada gambar Lawangsewu dan simbol B2W dengan tulisan Semarang di bawahnya. Karena tulisan ‘Semarang’ inilah, kita dengan mudah menarik perhatian orang. Banyak yang menyapa, “Dari Semarang ya Mbak? Wahhh ... jauh juga. Tujuan kemana?” sebagian dari mereka naik sepeda motor dan mengajak berbicara.

Setelah berpisah dengan om Nanto, dan mulai jenuh dengan perjalanan (sehari sebelumnya ga sempat jenuh gegara trek yang rolling LOL), Hesti dan Avitt pun mulai menghibur diri dengan ikutan ‘menjaring’ “telolet”. Awalnya aku sempat heran melihat Hesti dan Avitt mengacung-acungkan jempol atau dua jari ke arah bus yang datang dari arah berlawanan, sambil berseru-seru, “Om telolet om!” namun setelah berhasil mendapatkan sapaan balik berupa klakson ‘telolet’ dan mereka berdua berteriak kegirangan, aku pun ketularan. LOL. Kadang aku ikut-ikutan mengacungkan jari sambil tertawa-tawa. Ranz yang di belakangku langsung berinisiatif untuk merekamnya dengan kamera. LOL. Kita benar-benar bergembira-ria. LOL.

Setelah masuk perbatasan kota Tegal, Avitt memasang foto kita di facebook. Seseorang yang dihubungi Hendrit akan menyambut kita. Dia – yang ternyata seorang anak remaja berusia 16-17 tahun – menunggu kita di daerah terminal. Saat itu gerimis mulai turun, meski masih jarang. Kanzul – nama remaja itu – tidak nampak. Saat dihubungi Avitt, ternyata dia sedang membeli jajanan. Karena khawatir kehujanan, kita terus melanjutkan perjalanan. Setelah sampai gapura selamat jalan Tegal, kita berhenti untuk foto-foto. Tak lama kemudian Kanzul meyusul kita.

Ternyata tak lama dari gapura selamat jalan kota Tegal, kita sampai di gapura selamat datang Brebes. :D ahaaayyy ... Dari sana Kanzul bilang kita tinggal menempuh jarak 6 kilometer untuk sampai alun-alun. Rumah Ghina – sobat Avitt di bangku kuliah – tempat kita bakal menginap malam itu terletak tak jauh dari alun-alun.

Kita sampai alun-alun Brebes pukul 17.45, disambut dengan hujan deras. Dwi dan Hesti mampir shalat di masjid situ. Aku, Ranz, dan Avitt menunggui mereka di minimarket di sebelah masjid. Ketika hujan sedikit mereda, kita ke satu warung lesehan yang terletak tepat di depan masjid, sehingga mudah bagi Dwi dan Hesti untuk menyusul kita. Waktu kita akan masuk warung, hujan turun lagi. cepat-cepat kita menutupi pannier dengan cover.

Sekitar pukul 19.30 Ghina datang menjemput kita. Kita berpisah dengan Kanzul disitu. Suwun jajanan kue putunya yang enak ya?


Saat istirahat telah tiba. Syukurlaah. J jarak yang kita tempuh hari ini sekitar 88 km.

to be continued

foto-foto lain nyusul :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar