Kamis, 29 Desember 2016

SEMARANG VELO GIRLS ON TOUR DE CIREBON Day 1

SEMARANG VELO GIRLS ON TOUR DE CIREBON

Honestly, sebenarnya bikepacking Semarang – Cirebon adalah keinginan kita (aku dan Ranz) yang telah cukup lama terencana, tepatnya sejak 4 tahun yang lalu. Syukurlah akhirnya kita memiliki kesempatan untuk menjadikannya kenyataan. Kali ini, kita tak hanya berdua berbikepacking-ria, namun berlima: plus Dwi, Hesti, dan Avitt. Sayangnya dengan alasan yang tidak jelas, Tami tidak bisa ikut kita. Jadi ga ada yang baperan deh. LOL. Untuk kita berlima, ini adalah mbolang kedua setelah bikecamping ke Pulau Panjang di bulan Desember 2016. Sebelum tahun 2016 usai, kita mengukir sejarah dengan bersepeda antar kota antar propinsi! Yeay! :D

Day 1 Jumat 23 Desember 2016, Semarang - Batang


Tanggal ini dipilih dengan alasan yang sangat simpel. Aku dan Hesti masih harus masuk kerja sampai hari Kamis tanggal 22 Desember. LOL.

Pagi itu kita berkumpul di depan museum Mandala Bhakti pukul 05.30. aku dan Ranz sampai disana tepat waktu. Namun aku harus balik ke kosnya Ranz untuk mengambil cover bag yang ketinggalan. Waktu aku balik ke tikum, aku melihat Edy dan Om Dije telah berada disana, juga Dwi dan Tami. Tak lama kemudian Asrul datang. Rencananya Asrul, Tami, Edy dan Om Dije akan mengantar kita sampai Kendal. Edy dan Om Dije naik sepeda, sedangkan Asrul dan Tami naik motor. Hesti datang lebih dari pukul 06.00.

Seperti biasa kita berangkat setelah foto-foto untuk dokumentasi. Kita mampir ke rumah Avitt terlebih dahulu di kawasan Krapyak. Sampai sana, Om Dije membenahi Pockie yang sedikit trouble. Kemudian kita foto-foto lagi di depan rumah Avitt. Sekitar pukul 07.00 kita melanjutkan mengayuh pedal sepeda kita masing-masing.

Seperti biasa, karena berencana kembali ke Semarang kita akan loading bus/kereta api, kita berlima naik sepeda lipat masing-masing. Aku naik Austin; Ranz naik Pockie, Dwi naik Oddie, Avitt naik Minul, sepeda lipatnya yang baru selesai di-upgrade satu hari sebelumnya (anyar poll LOL) sedangkan Hesti naik Rocky, sepeda lipat ‘baru’nya yang telah dia ‘reyen’ waktu kita bikecamping ke Pulau Panjang sekitar 2 minggu sebelumnya. Masing-masing membawa tas pannier yang berisi peralatan dan baju ganti yang cukup untuk 5 hari. Kecuali aku, yang ‘hanya’ membawa 2 tas pannier imut. LOL. Seperti biasa, pakaian2ku dan peralatan mandi berada di satu tas pannier besar yang nangkring di rak boncengan Pockie.

Dalam perjalanan menuju Kendal, Tami memisahkan diri di kawasan Randugarut. Jelang sampai Mangkang, Asrul memberitahuku bahwa ban belakang Austin kurang angin (pantesan rasanya berat banget. LOL.) maka om Dije pun memompanya.

Kita sarapan di satu warung soto setelah melewati Kaliwungu. Mungkin sekitar pukul 08.30. Perjalanan masih jauh, namun kita nyante saja. Nah, waktu sarapan ini, kita merayu Asrul dan om Dije untuk mengantar kita sampai melewati Alas Roban. Hahahahayyy ... untunglah mereka berdua setuju.

Tak lama setelah kita meninggalkan tempat sarapan, Asrul kembali memberitahu bahwa ban belakang Austin nampak kurang angin lagi. wew. Ini berarti ada yang tidak beres dengan bannya. Kebetulan kita berhenti tak jauh dari seorang tukang tambal ban. Namun, ternyata dia menolak menambal karena dia tak biasa melepas ban sepeda lipat. Weleh. Maka, Edy dan om Dije pun memutuskan untuk menambal sendiri. Dan ... ternyata ban luar Austin sudah nampak aus. (owh ... tiga tahun telah berlalu semenjak terakhir kali aku mengganti ban luar Austin depan dan belakang!) untunglah ada Asrul yang mengikuti kita naik motor, sehingga mudahlah bagi kita untuk mencari ban ganti: Asrul memboncengkan Ranz untuk mencari toko yang berjualan ban sepeda.

Aku tidak mengamati jam berapa akhirnya kita melanjutkan perjalanan lagi. Sempat ada kejadian yang tidak mengenakkan yang membuat perjalanan sempat tersendat : ada seorang perempuan yang sedang naik motor terjatuh di tengah jalan, untunglah saat itu kendaraan bermotor yang ada di belakangnya tidak dalam keadaan ngebut sehingga mereka langsung berhenti. Edy dan om Dije dibantu satu orang lokal situ mengangkat si perempuan ke pinggir jalan dan menyingkirkan motornya ke pinggir. Tatkala si pemotor yang menyebabkan perempuan itu terjatuh kabur, Asrul langsung mengambil keputusan untuk mengejarnya. Untung Asrul berhasil mengejarnya, dan ‘membawa’ orang itu kembali ke lokasi kejadian. Katanya sih si perempuan itu yang semula akan menyalipnya, namun sial, dia malah menyenggol motor laki-laki setengah baya itu, dan terjatuh.


Kita pun kembali melanjutkan perjalanan. Di kawasan perumahan Purin, Edy pamit harus pulang karena dia tidak bisa pergi lama-lama. Thanks ya sudah menemani sampai Kendal meski kakinya sedang dalam kondisi terluka.

Angin pantura pun terasa kian menantang waktu kita melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian kita melewati ‘gerbang’ selamat datang kabupaten Batang. Aku heran, belum melewati Alas Roban kok ternyata kita sudah masuk kabupaten Batang ya? Ternyata, oh, ternyata, jalan yang harus kita lewati menuju kotamadya Batang sangat panjaaaaaaaaaaaaaaaaang.

Demi menghemat tenaga, Ranz mengajak melewati jalan baru Alas Roban, yang meski lebih panjang namun tanjakannya tidak curam. Disini, Avitt yang ‘parno’ tanjakan, langsung memutuskan untuk meloading Minul dengan membonceng Asrul. Untunglah Minul yang berban 16” ukurannya mungil, sehingga mudah saja meloadingnya dengan naik motor.

Selepas Alas Roban sudah pukul 13.30. om Dije yang pamit mau pulang kita paksa untuk makan siang dulu. Di ujung jalan baru Alas Roban itu ada sebuah warung sederhana, kita makan disitu. Hanya ada beberapa tahu goreng, 2 potong ayam goreng dan satu mangkuk besar oseng-oseng kacang panjang, plus sambal. 2 potong ayam telah dipilih oleh Hesti dan Avitt. Eh, ada juga penampakan ikan goreng, namun tidak jelas ikan apa. :D om Dije memutuskan untuk minta digorengkan telur. Untunglah si ibu penjual punya persediaan telur ayam. Dwi dan om Dije masing-masing makan dengan telur dadar, aku dan Ranz sepiring berdua, sedangkan Asrul yang tidak makan telur, hanya memesan 2 porsi es coffee mix.

sebelum berpisah

Pukul 14.00 kita berpisah. Kita berlima melanjutkan perjalanan ke arah Barat, Asrul dan om Dije balik ke arah Semarang. Dari om Hendrit – salah satu personil B2W Batang – kita tahu bahwa kita masih harus mengayuh pedal sejauh 35 kilometer untuk sampai kota Batang. Alamak jaaaan. :D Dan ... sungguh di luar dugaan jika ternyata, oh, ternyata trek yang harus kita lewati full rolling. Waktu mampir di satu pom bensin untuk membuang hajat, Dwi mengeluh, “Kirain setelah lepas dari Alas Roban jalannya bakal datar, ternyata kita masih harus berkutat dengan tanjakan.” LOL.

Meski trek yang kita lewati ternyata rolling, aku bersyukur anak-anak tetap nampak semangat bersepeda. Tak hanya waktu nampang di depan kamera lho. :D yang sungguh di luar dugaan adalah Avitt yang mendapatkan kepercayaan dirinya bahwa dia mampu. Avitt, Hesti, dan Dwi pun nampak seperti berkejar-kejaran di sepanjang jalan. Melihat mereka begitu bersemangat, aku dan Ranz pun ketularan semangat. LOL.

Sepanjang perjalanan, fenomena “OM TELOLET OM” sempat membuat kita terheran-heran. Kita heran melihat sekelompok anak-anak yang berburu ‘telolet’, terutama kala melihat mereka berlompat-lompat kegirangan setelah sang sopir bus membunyikan klakson ‘telolet’. (Sshhhttt ... sehari sesudahnya kita ketularan! LOL.)

Sekitar pukul 17.30 – di trek yang tinggal turunan menuju kota Batang – kita disambut Anjar. Kita girang tatkala Anjar memberitahu bahwa trek tinggal turunan. Horraaaay. :D


Akhirnya kita pun sampai di gerbang selamat datang kota Batang jelang pukul 18.00. Spot wajib foto! Yes! LOL. Setelah foto-foto kita melanjutkan perjalanan menuju rumah Anjar untuk dijamu. Sekitar pukul 19.30 kita beriringan menuju ‘mess atlit panjat tebing’; disanalah kita akan mengistirahatkan tubuh.

Dan ... sesampai mess, hujan turun dengan deras. Oh well. Sebenarnya alun-alun terletak tak jauh dari situ, namun gegara hujan, kita memang sebaiknya beristirahat saja, sebisa mungkin memulihkan stamina karena esok hari kita masih melanjutkan perjalanan, ga perlu keluar night ride atau hanya sekedar menikmati suasana alun-alun Batang.


Jarak tempuh di hari pertama ini sekitar 100 km.

to be continued

N.B.:

foto-foto lain nyusul :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar