Jumat, 21 September 2018

Sebelum Jamselinas 8 Makassar



Alhamdulillah akhirnya aku bisa juga ikut menghadiri acara jambore sepeda lipat nasional yang diselenggarakan di luar Pulau Jawa, yakni di Sulawesi Selatan. Jamselinas 6 2016 di Bangka adalah jamselinas pertama yang diselenggarakan di luar Pulau Jawa, dan karena sesuatu dan lain hal, aku tidak ikut tahun itu. :) (baca => biaya transportasi kesana mihil! lol)

Jamselinas 8 yang diselenggarakan di kota Makassar adalah jambore sepeda lipat kelima yang kuikuti. Yang kuikuti adalah jamselinas 2 di Surabaya, jamselinas 4 di Jogja, jamselinas 5 di Solo, jamselinas 7 di Semarang (ikutan sibuk menyiapkan acara karena diadakan di kota tempat tinggal) dan jamselinas 8.

Lah, jamselinas 8 juga diadakan di luar Pulau Jawa, yang nota bene biaya transportasi kesana juga mihil kan? :) Bedanya adalah, sejak pelaksanaan 7amselinas Semarang usai, aku dan beberapa teman panitia lain menyatukan keinginan (lebay lol) untuk berangkat ke Makassar, untuk itu kita mulai menabung untuk mempersiapkan biayanya. Avitt yang di antara kita paling muda dan tentu memiliki tenaga yang masih penuh, lol, menyediakan diri untuk bersibuk-ria membuka akun tabungan baru, dan kawan-kawan yang ingin berangkat ke Makassar, menabung di akun tabungan bersama ini.

Awalnya, aku dan Ranz tidak kepikiran bahwa kita kudu selalu ikut event yang pada satu masa dijuluki sebagai event naik hajinya pehobi sepeda lipat di Nusantara. :D Jamselinas 1 diselenggarakan di Jakarta, kalau tidak salah di bulan Oktober 2011. Kita tidak ikut karena masih lebih fokus ke dolan sendiri. :) September 2011 kita ke Pantai Nampu, dan Desember 2012 kita ke Tawangmangu lanjut ke Candi Cetho dan Candi Sukuh. Dan rasanya "keriuhan" ikut event Jogja Attack di bulan Maret 2011 masih terasa, plus kita dolan sendiri ke Karimun Jawa bulan Juli 2011.


Jamselinas 2 diselenggarakan di pertengahan bulan November 2012. Karena ada tanggal merah waktu itu, hari Kamis 15 November 2012, aku dan Ranz sekaligus merencanakan untuk dolan dulu ke Trowulan - Mojokerto, baru lanjut ke Surabaya. Selain berkunjung ke kota dimana kita bisa menemukan banyak peninggalan zaman kerajaan Majapahit, daya tarik jamselinas kedua ini adalah tawaran menu bersepeda ke pulau Madura, menyeberangi selat Madura dengan naik ferry.

Jamselinas 3 diselenggarakan di bandung di bulan Mei 2013. Jarak yang terlalu dekat dengan jamselinas 2 (hanya setegah tahun) membuatku dan Ranz memutuskan untuk skip. Sebagai ganti, tahun 2013 itu kita lumayan mbolang sendiri. :) Bulan Maret 2013 bersepeda Solo - Purwokerto, bulan Mei bersepeda Semarang - Magelang untuk ikut menonton perayaan Waisak, bulan Juni ikut acara raceplorer yang diselenggarakan oleh satu produsen kaos terkenal di Jogja; bulan Agustus bersepeda Solo - Pacitan untuk menikmati keelokan Pantai Klayar; bulan Oktober bersepeda nanjak ke Candi Sukuh. Dolan mulu pokoknya tahun 2013 ini. :D

jamselinas 4, hari ketiga

Jamselinas 4 diselenggarakan di Jogja, Ada dua hal utama yang meembuatku dan Ranz wajib ikut. :) Pertama, kita sudah mbolos di event jamselinas 3. Kedua, aku kangan Jogja yang kudapuk sebagai my second hometown. :) "Terinspirasi" apa yang kita lakukan di tahun 2012 -- gowes Solo - Mojokerto - Sidoarjo sebelum menghadiri jamselinas 2, aku dan Ranz berangkat ke Jogja naik sepeda. Jika di tahun 2013 kita bersepeda Semarang - Magelang (menginap dua malam dekat Candi Borobudur) - Jogja, kali ini kita gowes langsung Semarang - Jogja.

jamselinas 5

Komunitas Seli Solo menjadi tuan rumah Jamselinas 5. Lumayan, ga perlu keluar dana untuk menginap di hotel nih, kan Ranz tinggal di Solo. :) Dan kita melanjutkan 'kebiasaan' berangkat menuju kota penyelenggara jamselinas dengan bersepeda. Bahkan Ranz pun bersedia ke Semarang dulu sehari sebelum aku dkk merencanakan gowes Semarang - Solo. Kali ini kita tidak hanya gowes berdua, ada Tami yang ikut menemani karena penasaran mencoba trek Semarang - Solo dengan naik sepeda lipat. Dan ada satu kawan lagi, yakni pakde Djoko dari Fedsemar. Event jamselinas 5 ternyata dimanfaatkan oleh sebagian kawan-kawan federal untuk berkumpul di Solo. :) (tahun 2015 kebetulan tidak ada event JAMNAS FEDERAL).

Jamselinas 6 2016 diselenggarakan di Bangka. Karena kurang persiapan menabung, lol, dan memang sejak awal ragu-ragu mampu ikut ga, kembali aku dan Ranz skip event naik haji seliers Nusantara ini. Dari KomseliS (komunitas sepeda lipat Semarang) saja yang berangkat hanya tiga orang, Dany Saputra, Duryanto, dan satu lagi, aku lupa. Fikri,, kalau tidak salah.

KomseliS mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah jamselinas ketujuh. Tahun 2014 pada penyelenggaraan jamselinas 4 di Jogja, sebenarnya pengurus idfb (indonesia folding bike, selaku induk semua komunitas sepeda lipat di Indonesia) telah meminta kesediaan Semarang untuk menjadi tuan rumah di event jamselinas 5. Namun karena waktu itu kita baru saja menyelenggarakan event joglosemar kedua,  Tayux menolak permintaan pengurus idfb. lol. tahun 2016 telah diminta oleh komunitas sepeda lipat Bangka, maka, ketika pengurus idfb kembali memilih KomseliS untuk menjadi tuan rumah jamselinas 7 tahun 2017 waktu kita berkumpul di Balekambang Solo (dalam event jamselinas 5) Tayux tidak menampiknya

Setelah mencoba melakukan segalanya semaksimal mungkin, persiapan selama beberapa bulan, akhirnya jamselinas ketujuh pun terlaksana dengan sebagaimana mestinya. Untuk pertama kali dalam sejarah jamselinas, lol, lebih dari seribu peserta mendaftarkan diri mengikuti jamselinas 7, dan nampaknya menjadi tonggak orang-orang tak lagi memandang bahwa sepeda lipat hanyalah sepeda yang layak dinaiki untuk ke warung sebelah rumah. lol. Dan aku pun turut bangga, dipercaya menjadi salah satu dari mereka yang bersibuk-ria mempersiapkan 7amselinas.

IB180 12.35 22/09/2018

Di bawah ini adalah video besutan Ranz. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.