Selasa, 18 Agustus 2015

GOWES NARSIS KE KALIPANCUR



GOWES NARSIS KE KALIPANCUR

Setelah sekian lama aku dan Ranz tidak gowes bareng teman-teman di hari Minggu pagi, akhirnya hari Minggu tanggal 16 Agustus 2015 kita memiliki kesempatan untuk ber-migoreng, alias minggu (pagi) gowes bareng. :)
 
Awalnya aku ngajakin Ranz gowses ke Kudus pp, hanya berdua, karena (1) kangen bikepacking (2)  gak yakin bakal dapat ngajakin yang lain yang mau gowes Semarang – Kudus pp jika kita woro-woronya mepet waktunya. :) Tapi setelah Ranz sampai Semarang hari Sabtu 15 Agustus, kita berubah pikiran: pingin gowes ke Curug Lawe. Sudah lama juga kita pingin kesini tapi selalu terkendala waktu. Namun setelah bertemu beberapa teman, yang memberi review buruk tentang berkunjung ke Curug Lawe di hari libur รจ pengunjung terlalu banyak sehingga ga bisa mendapatkan foto yang maksimal, kita berubah pikiran lagi. Jadinya: berburu pesawat terbang yang nangkring di dekat sungai di kawasan Desa Kalipancur.

Pertama kali Ranz melihat penampakan pesawat ini saat kita gowes ke Goa Kreo bertiga dengan Tami, setelah aku tahu jalan pintas dari Sampangan ke perumahan Grand Grenwood. Kita penasaran namun belum ada keinginan kuat untuk mencari lokasi yang tepat dimana. :) Sampai aku melihat postingan instagram @Pemkot_Semarang tentang pesawat ini. NAH!

Minggu 16 agustus 2015

Kita bersembilan berkumpul di depan Museum Mandala Bhakti – Tugumuda sekitar pukul 06.30. Setelah yakin tidak ada lagi yang akan menyusul, kita bersembilan (aku, Ranz, Andra dan suami, David, Tami, Haryadi, Om Imam dan Om Dije) pun berangkat. Kita menyusuri Jalan Cokrokembang, Penaton, Suyudono, Bendungan, Kelud, terus hingga Sampangan. Setelah melewati “Kretek Wesi” alias “Jembatan Besi”, sebelum nanjak ke arah Unnes Sekaran, kita belok kanan, Jalan Dewi Sartika. Itulah jalan tembus dari Sampangan ke arah Kalipancur.

Dalam perjalanan, Ranz yang mengaku salah satu hobinya adalah mendokumentasikan satu kegiatan/perjalanan/kesempatan, menyibukkan diri merekam perjalanan kita dengan kameranya baik dalam bentuk foto maupun video. Terkadang kita diminta mengulang-ulang saat bersepeda di satu lokasi yang dianggap Nampak eksotis di foto/video. Dan … dengan suka cita kita berdelapan mendengarkan instruksinya. LOL.

Setelah melewati jalan pintas itu, sampailah kita di jalan raya yang menghubungkan Manyaran dan jalan menuju Gunung Pati (arah ke Goa Kreo). Di pertigaan itu, kita belok kanan. Setelah melewati jembatan, di sisi kanan ada bangunan dimana di depannya ada baliho bertuliskan “Desa Wisata Lembah Kalipancur”. Masuklah. Badan pesawat terbang yang kita cari ada di bagian belakang. :)

Sebenarnya badan pesawat terbang ini bukan satu-satunya spot yang menarik untuk dikunjungi.  Di Desa Wisata Lembah Kalipancur pengunjung juga bisa menemukan kandang beberapa jenis binatang dimana anak-anak bisa belajar mengenal jenis binatang. Disini juga ada rumah makan dimana para pengunjung bisa memesan makanan sambil menikmati hawa segar dan pemandangan hehijauan yang ada. Ada juga “venue” yang bisa disewa orang untuk mengadakan perhelatan, misal perkawinan. Waktu kita disana, di venue yang terletak di depan sudah penuh dekorasi untuk perkawinan. 

Karena sejak awal kita bersembilan memiliki “misi” menemukan bangkai pesawat terbang yang kita lihat di balik rimbun pepohonan dari jalan pintas Sampangan – Kalipancur, sesampai di lokasi kita langsung menuju ke tempat dimana pesawat terbang itu mejeng. Dan … menyibukkan diri bernarsis-ria disana, baik di dalam kabin, di sayap pesawat, maupun di tangga pesawat. LOL. Ndeso pol wis ta. LOL. 

Pukul Sembilan pagi kita meninggalkan lokasi. Sebelum pulang ke rumah masing-masing, kita sarapan dulu di warung “burjo” yang terletak di daerah Sampangan. 

LG 14.24 18/08/2015

David dan Tami akting :D














bagian dalam kabin pesawat

abaikan si tukang narsis :D

suami istri yang kompak

tumben Ranz unjuk narsis kali ini :)

ini kupilihkan gaya Ranz yang (rada) kalem :)


 
beneran narsis kan Ranz kali ini? :D



David mau terjun dari sayap pesawat dengan naik bmx :D




di warung burjo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar