Rabu, 01 Februari 2012

GCtK = Gowes Ceria to Kudus

Kucopy-paste dari sini


No road is long with good company

    ~ Turkish proverb ~

sebelum berangkat

siap-siap berangkat


Berawal dari acara gowes bareng ke Borobudur bersama ratusan seliers dari beberapa kota di Indonesia tanggal 6 Maret 2011 lalu, akhirnya para biking lovers yang tergabung dalam komunitas b2w Semarang mengadakan gowes rame-rame ke Kudus pada tanggal 10 April 2011. Nah lo, kok bisa?  tak lain dan tak bukan karena salah satu goweser ke Borobudur – Elvi Novariza – mengutarakan keinginannya gowes ke Kudus karena jarak tempuh Jogja – Borobudur dan Semarang – Kudus tak berbeda sangat jauh. Dan keinginan yang dia tulis di milis kesayangan b2wer Semarang ternyata mendapat sambutan yang sangat hangat dari para ‘onroad’ goweser yang lain. Tak hanya itu, bahkan Pak Budi Camat Candisari pun menyampaikan dukungannya sejak awal dengan menyediakan mobil yang akan mengiringi perjalanan rombongan, seandainya dibutuhkan untuk peserta yang ternyata tidak mampu melanjutkan perjalanan. Ditambah lagi dengan dukungan mas Nasir yang kemudian menyediakan ambulance dari tempat kerjanya Universitas Sultan Agung. Pak Kudhori datang dengan truk kecil untuk mengangkut sepeda jika terjadi salah satu peserta harus pindah ke ambulance.


Ranz berdua dengan Elvi
Tak kurang dari lima puluh pesepeda berkumpul di meeting point, di Jalan Pahlawan pada hari Minggu yang mendung sekitar pukul 05.30. Tak hanya anggota komunitas b2w Semarang – dengan beberapa divisi di bawahnya, seperti bike to campus, komselis, dan bike to school – namun juga ada seorang yang khusus berangkat dari Solo satu hari sebelumnya agar bisa ikut gowes bareng ke Kudus.  tak lain dan tak bukan adalah Ranz. Untunglah para peserta kebanyakan on time sehingga kita tidak terlalu lama molor waktu pemberangkatan dari rencana semula. Setelah briefing sejenak, berdoa bersama, berhitung berapa peserta berangkat bersama dari meeting point, 48 pesepeda meninggalkan tempat itu sekitar pukul 06.00.

Di tengah jalan terhitung minimal ada 5 pesepeda yang bergabung, Yusuf Annafis dengan seorang temannya, Ardian dan Taruna (b2c) dan Tami yang dijemput oleh Asrul.

Perjalanan sangat lancar, tanpa ada kendala yang berarti. Di daerah Pengapon Yasto – yang anak Pak Budi Camat – membagi masker untuk semua pesepeda, untuk mengurangi kemungkinan masuknya asap yang dikeluarkan oleh kendaraan-kendaraan besar, semacam truk dan bus yang bersama kita berbagi jalan sepanjang jalan pantura ke Demak kemudian ke Kudus.

sarapanku manaaaaa?

sembari menunggu sarapan di alun-alun Demak
Sekitar dua jam kemudian, pukul 08.15 rombongan sampai di alun-alun Demak. Salah satu anggota komunitas kesayangan yang berdomisili di Demak – mas Tunggal – berjanji untuk menjamu para goweser sarapan, sekaligus beristirahat. Jarak yang telah kita tempuh sekitar 30 km dari meeting point. Dan ternyata sekitar 11 anggota komunitas b2w Kudus menyambut kita di sini. Sehingga kita berenampuluh lima sarapan bareng dengan menu soto ayam atau swikee ayam. Tidak heran jika kita harus ngantri sampai lama. Hal ini berarti kita pun beristirahat cukup lama 

setelah makan di alun-alun Demak

Yasto, sang fotografer kita

Usai sarapan dan istirahat, kita melanjutkan perjalanan ke Kudus. Cuaca mendung sepanjang perjalanan benar-benar membuat perjalanan ini tidak begitu terasa melelahkan. Kita tidak perlu berkeringat secara berlebihan karenanya.

Kurang lebih pukul 11.40 kita akhirnya sampai di tujuan pertama di Kudus, toko sepeda pendukung utama komunitas b2w Indonesia – Roda Link. Meski mentari benar-benar malu menampakkan sinarnya pada hari itu, ternyata waktu memasuki toko untuk cuci mata, kita merasakan kesejukan yang cukup menurunkan hawa panas di dalam tubuh. 

me! :)

Dhimas, partisipan termuda

Tidak sampai lebih dari setengah jam kemudian, kita melanjutkan perjalanan ke Museum Kretek yang letaknya tidak jauh dari Roda Link. Di sini kita dijamu salah satu menu khas Kudus – lentog – yang berupa lontong dengan kuah santan dengan nangka muda dan uborampenya: tahu plus suwiran ayam.


Dengan berlagak ala turis, seusai makan siang, kita memasuki museum melihat-lihat isinya sekaligus bernarsis ria berfoto-foto. 

Wawan dan Elvi action di depan ambulance dari RSI Sultan Agung

rame-rame berpose di depan RL Kudus
Menjelang pukul 14.00, sesusai rencana, kita telah berkumpul kembali di tempat kita makan siang bersama, di depan sebuah joglo khas Kudus. Acara selanjutnya adalah pembagian truk. Ada tiga buah truk yang akan mengangkut para peserta. Ditentukan truk ini menuju tiga jurusan yang berbeda, ke arah Timur yang akan berhenti di sekitar Jalan Gajah; ke arah Barat yang akan berhenti di daerah Krapyak; dan ke arah Selatan. Ada sekitar 12 orang yang memilih untuk gowes kembali ke Semarang. 

narsis dulu yaaa? :)

barisan seli yang rapi :)

sebagian rombongan yang pp dalam perjalanan pulang ke Semarang
In conclusion, acara berjalan lumayan lancar, ‘meski’ koordinasi yang kita lakukan hanya lewat milis.  Alhamdulillah kru ambulance tidak perlu bekerja keras selain ‘hanya’ mengiringi perjalanan kita ke Kudus. Perjalanan ini memang tidak terasa panjang, with good company tentu saja.



P.S.:
  • ditulis khusus untuk memenuhi permintaan Ananda Ranranz, selain untuk dokumentasi pribadi, for sure. :)
  • acara bertajuk Gowes Ceria karena kita melakukannya dengan ceria, santai, tidak pakai 'ngoyo'

GL7 08.58 130411

Tidak ada komentar:

Posting Komentar