Rabu, 01 Februari 2012

XC Banyumeneng 29 Juni 2011


XC Banyumeneng 29 Juni 2011

Demi ‘mengobati’ kekecewaan Ranz karena ga bisa ikut XC ke Gunung Maling, Sukoharjo pada tanggal 19 Juni (pas aku ke Solo, dimana Ranz menjemputku ke Semarang satu hari sebelumnya, dan mengantarku ke Palur pada tanggal tersebut) dan DH ke Kemuning, Karanganyar pada tanggal 26 Juni (karena menemani beberapa teman gowes Solo – Jogja), aku menawari Ranz untuk ikut XC ke Banyumeneng pada tanggal 29 Juni 2011 lalu. Dan dia pun dengan suka cita menyambut tawaranku. :)

Hari Selasa 28 Juni siang aku menjemput Ranz di depan Lawang Sewu sekitar pukul 13.00, pas terik-teriknya sinar mentari. Jika biasanya Ranz datang ke Semarang membawa Pockie, kali ini dia’mengajak’ Bernard, her mountain bike, karena akan ngikutin XC. Aku mengajaknya mampir di sebuah rumah makan di Jalan Suyudono untuk makan mie ayam + bakso dan ngobrol sejenak. Kemudian kita ke kos Elvi untuk mengambil handle yang akan dipasangkan ke Bernard.

Namun ternyata kita ditraktir makan siang (lagi) sama Elvi. Our second lunch that afternoon. Setelah itu baru aku dan Ranz ke kos Elvi. Dengan alasan sudah menjelang shalat ashar, Ranz meminta menunggu saat shalat ashar, baru akan membawa Bernard ke bengkel. Sayangnya aku berjanji untuk mengantar my dearest Mom to go somewhere, sehingga aku pulang ke rumah dan tidak menemani Ranz ke bengkel.

Bernard dengan latar belakang Tugumuda dan Lawangsewu

Sekitar pukul 18.45 aku dan Ranz ketemuan di depan musium Mandala Bhakti, Tugumuda: night ride! Kebetulan grup Komselis malam itu juga merencanakan untuk night ride sekaligus rapat untuk event funbike Komselis yang diselenggarakan pada tanggal 3 Juli. Setelah sempat mengajak Ranz muter ke Jalan Pemuda, jalan Gajahmada, Kampung Kali, Jalan Ki Mangun Sarkoro, UNDIP, kita pun nyamperin teman-teman Komselis yang berkumpul di halaman TELKOM karena gerimis. Bahkan gerimis pun sempat menderas.

Selesai ngikut rapat Komselis sekitar pukul 22.15. kita berdua pun pulang, gowes bareng sampai Tugumuda. Aku terus ke arah Barat, Ranz belok ke Jalan Dr. Soetomo, untuk menuju kos Elvi.

29 Juni 2011


Aku, Ranz dan Tami janjian bertemu di depan RS Dr. Kariadi pada pukul 05.15. tiga perempuan yang tinggalnya paling Barat (sekitar 10 kilometer dari meeting point) harus berangkat meninggalkan rumah saat sang leader, Agung Tridja masih enak-enak berbaring di tempat tidur! Kita bertiga lewat Pasar Kambing pojok jalan Mrican untuk menjemput Pak Guru Anton. Kita berempat sampai di SPBU Kedungmundu sekitar pukul 05.50. Di sana kita  bertemu dengan Arief (ex RL) dan seseorang lagi yang melewati kita waktu naik tanjakan Kedungmundu. Ga nyangka ternyata dia pun akan ikut XC ke Banyumeneng. Kita berenam masih menunggu kedatangan Asrul dan Putu. Setelah mereka berdua datang, Arief masih harus mengganti ban sepeda Putu agar ‘siap’ untuk dipakai pada trek offroad.

Usai mengganti ban sepeda Putu, kita berdelapan langsung gowes menuju sebuah mini market yang terletak di Meteseh. Di sana telah menunggu sembilan laki-laki, diantaranya Agung Tridja, Sigit Pandu dan the second Agung alias Tusing KK. Aku belum mengenal yang lain. :) Setelah menghitung jumlah peserta yang mencapai angka tujuh belas, berfoto sejenak, kita langsung berangkat menuju puncak Banyumeneng.


full team, sebelum mulai gowes blusukan :)
Don’t ask me to explain the detail of the route. Aku hanya bisa ngikut sang penunjuk jalan di depan. :) Pengalaman pribadiku sendiri, jika dibandingkan dengan dua kali XC ke tempat yang sama sebelum ini, ini adalah yang terburuk dikarenakan kondisi Orange yang semakin mengenaskan. LOL. Jika yang pertama (kita masih lewat Gedung Segitiga Biru dan turun di jalan berbatuan besar yang sempit), aku berani menaiki Orange, yang kedua turun melewati ‘hutan bambu’, masih ada beberapa track yang aku masih berani menaiki Orange, yang kali ketiga kemarin, dikarenakan kondisi sepatu yang terasa licin, dan pedal pun jadi licin pula, seingatku di sepanjang track ‘hutan bambu’ aku TTB melulu. LOL. Terpaksa Ranz yang ingin menikmati track downhill di sini tidak bisa full karena dia merasa bertanggungjawab atas keberadaanku. :-P Kalau aku TTB, dia pun langsung ngikut TTB di belakangku. :)






Tami yang baru kali ini ngikut XC menunjukkan keperkasaan seorang gadis mungil, mampu menaiki sepedanya sepanjang tanjakan sampai puncak Banyumeneng! (Don’t ever underestimate a cute girl.) Maka jika aku dan Ranz masih nyempetin diri foto-foto di ‘pertengahan’ tanjakan Banyumeneng, Tami sudah sampai di puncak. (Ranz sih TTB karena nemenin aku. Hihihi ...)





Asrul in action mengangkat Orenj nyebrang sungai


kerjasama yang indah


sang tour leader mengangkat sepeda

Untuk mengakhiri track XC kali ini, Agung memilih jalur lewat sungai, seperti XC-ku ke Banyumeneng yang pertama. Bedanya, yang pertama dulu karena dilakukan pada musim hujan, jalan menuju sungai berlumpur hingga setengah betis orang dewasa. Dan tentu saja sungainya pun jauh lebih lebar dibandingkan tanggal 29 Juni kemarin.  


Catatan yang bisa kujadikan patokan jika ingin ngikut XC lagi: pertama, aku harus ganti sneakers yang tepat yang tidak mudah licin dikarenakan menginjak daun-daunan yang memang bisa membuat licin. Kedua, harus ganti pedal dengan pedal yang sesuai. Ketiga, harus mengganti ban untuk offroad. (No matter what, I will always love Orange.) Tidak perlu upgrade dengkul, yang penting upgrade nyali kali ya? LOL. Ah yeah, tak lupa my eyesight is getting worse too.






Pulangnya, jika kaum laki-laki bisa berhenti gowes di kawasan Meteseh dan sekitarnya (kecuali Asrul dan Putu kali), tiga perempuan masih harus gowes menempuh kurang lebih 10 kilometer lagi. Aku dan Ranz berpisah dengan Tami di lapangan Kalisari. Ranz ngikut aku ke rumah, Pusponjolo, untuk mandi, ganti baju, terus ke tempat cuci sepeda. Seusai cuci sepeda, mampir ke salon, (hohoho ...) Ranz potong rambut sedangkan aku creambath. Setelah itu kita gowes ke Martabak *f* di kawasan Pleburan untuk makan (pagi dan siang sekaligus). Waktu kita makan disana, Orange dan Bernard kehujanan!

aku dan menu makan kita berdua :)
Menjelang maghrib, aku mengantar Ranz ke kos Elvi. Dia menunggu travel yang menjemputnya sekitar pukul 22.30 untuk pulang ke Solo.

NOTE: aku senang telah bisa menunjukkan trek Banyumeneng pada Ranz. :) next time Wonolopo ya say? LOL. Thank you for being my savior this time. (Posisi Mas Nasir kegeser dah! LOL.)

KJ 21.02 030711

Some more pictures of the event :)


masih di awal perjalanan :)

ini sudah di atas bukit :D

rame-rame berpose, setelah tanjakan yang pertama :)

Ranz waktu hobinya narsis difoto dari belakang :-P

berdua Ranz di atas bukit :)

aku diapit dua Agung :-D

Arief Camp's Bike in action :)

Agung 'Adun' sang tour leader kali ini

aku dan Ranz saling tuntun untuk menyeberangi sungai :)

saling gotong royong mengangkat sepeda :)

Anton in action mengangkat sepedanya sendiri :)

'weekend warrior' :-D

warung tempat kita istirahat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar