Rabu, 01 Februari 2012

XC Banyumeneng 19 Juni 2010

Kucopy-paste dari sini

Diikuti oleh 11 orang:
1. Agung Adun Tridja, sang komandan XC
2. Mochd Nasir, pendamping utama komandan, nyambi jadi sweeper
3. Eka Icelander, sweeper merangkap participant
4. Ariyanto Bjo, participant
5. Victor Riu, participant
6. Agung Nurul Falaq, participant
7. Mochamad Asrul, participant
8. M. Khudlori, participant
9. Ardian Setianto, participant
10. Eko (mas Nasir's buddy), participant
11. Nana Podungge
di puncak tanjakan Banyumeneng kita rehat :)

Tanjakan menuju gedung segitiga biru memang 'killing' bagi mereka yang tidak terbiasa dengan tanjakan, so, menuntun sepeda merupakan hal yang sah-sah saja bagi mereka yang merupakan newbie. :) Perjalanan kali ini ternyata tidak mencapai gedung segitiga biru karena jalan turunan lewat situ telah ditutup. Agung Tridja sebagai komandan memilih rute lain yang tentu dia pun telah sangat kenali dengan baik, terbukti dengan kita tidak sampai salah jalan. :)
Mas Nasir sebagai sweeper di belakangku

Pengalaman pertama ke Banyumeneng Januari 2009 lalu, bagiku jalan yang sangat 'mendebarkan jantung' ya jalan turunan setelah melewati segitiga biru. Yang tadi pagi, jalan turunannya, well, tidak berbatu-batu besar, tapi bagiku tetap saja mending TTB dah waktu menuruni, padahal godaan untuk bertengger di atas sadel ya cukup kuat, namun tetap belum kuat untuk mengalahkan nyali. LOL. Kurang mmmmmhhhhh..... memang kalau hanya sekedar dituntun. hahaha ... tapi FYI, perjalanan XC kali ini, dua peserta yang sempat jatuh terpelanting, Riu dan Asrul. Nampaknya keduanya cukup 'bangga' dengan kejatuhan itu sehingga mereka berdua merasa perlu woro-woro di status FB mereka. LOL.
pohon bambu, sebagai salah satu track :)

Catatan menarik dari perjalanan ini adalah para penduduk desa yang mengelu-elukanku waktu aku lewat: "ada perempuan! ada perempuan yang ikut rombongan bersepeda!" wuaaahhh ... kepalaku langsung melar. LOL. Tidak hanya sekali hal ini terjadi, tapi berkali-kali. wow! wow! LOL.

Sebuah percakapan pendek yang masih kuingat dengan hangat:

Laki-laki: "Mbak, ampun miyos mergi mriki, wong dalane niku elek."
Aku: "Kersane mawon, lha wong kulo namung nderekke, kulo mboten ngertos dalan."
Laki-lak: (sambil tertawa pendek): "Nggih, mangke nek do ngelih njenengan makani."
Aku: @#$%^&*()??????

Tatkala rombongan melewati dua orang laki-laki yang sedang mengerjakan ladangnya, mereka memberi semangat, "Lha nggih ngoten sami nitih sepeda, langkung sehat! lare-lare sak niki kok malah senengane do tuku motor, ora sehat."

Dan kita pun menyahut dengan riang gembira: "Nggih paaakkkk..." LOL.
menjelang usai :)

Pulangnya kita diajak mampir ke kediaman Agung Tridja, karena dia telah 'meminta' istrinya untuk belajar memasak, dan masakan akan dihidangkan untuk teman-temannya. :)

Pulang dari perumahan Sendang Mulyo, aku memilih nggowes, sehingga mas Nasir dan Eko pun mengikuti. Mas Nasir yang sering menjad my savor tatkala XC pun mengiringi sampai Pusponjolo! WOW! Thanks buddy! :)

Tunggu saja upload foto-foto dari Agung Tridja dan Agung N Falaq. Maklum kalau di beberapa fotoku aku terlihat TTB. xixixixxi ...

I am still very exhausted, but very proud of myself. MANTAP!!! LOL.

See you in the next XC dear pals!!! Love you all.

C-net 19.22 180910

Di bawah ini adalah tanjakan pertama menuju Banyumeneng, foto dijepret Januari 2009.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar